Bank Indonesia : RI Sulit Menaikkan Angka Ekonomi Hingga 6 Persen

Dalam sejarah pertumbuhan ekonomi Indonesia pernah tumbuh hingga mencapai 6 persen, tepatnya pada tahun 2013. Dalam hal ini, Bank Indonesia (BI) justru menilai bahwa sulit untuk Indonesia kembali mencapai pertumbuhan ekonomi yang mencapai sebesar 6 persen tersebut. Apa yang membuat Bank Indonesia (BI), tidak yakin terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini?

Yang menyebabkan sulitnya untuk menaikkan angka ekonomi hingga mencapai 6 persen, hal ini karena dalam kondisi pasar komoditas global saat ini yang kondisinya masih lesu. Ini tentu saja diharapkan adanya peran pemerintah mengenai membelanjakan anggaran saat ini serta dalam bentuk investasi yang akan membuat meningkat pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Sehingga dalam hal ini akan ada perbaikan ekonomi global, dan juga komiditi akan lebih baik lagi kedepannya.

Tak hanya itu saja, salah satu penyebab sulitnya menaikkan angka ekonomi untuk mencapai hingga 6 persen dan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi. Yakni ekonomi Tiongkok yang saat ini sulit untuk kembali berkembang lagi. Karena saat ini, pertumbuhan ekonomi Tiongkok sedang menurun, padahal pada tahun 2007 lalu ekonomi Tiongkok telah tumbuh sebesar 10 persen – 12 persen. Tetapi untuk tahun ini saja Tiongkok masih saja berada di level 6,5 persen. Tentu saja ini akan mengakibatkan sulitnya untuk keluar dari siklus ekonomi dunia. Dalam hal ini ekonomi Tiongkok merupakan ekonomi terbesar di dunia saat ini, sehingga akan berpengaruh untuk perekonomian Indonesia juga.